OKU Timur — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap angkutan batu bara di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menyeret nama oknum anggota TNI AD. Modusnya diduga dibungkus dengan kedok rumah makan.
Berdasarkan hasil investigasi tim media, pungli tersebut terpusat di rumah makan bernama Putra Rajawali Sumatra. Seorang oknum TNI AD berinisial AM, berpangkat Pratu dan berdinas di Puslatpur Martapura, disebut-sebut sebagai pihak yang membekingi aksi tersebut.
Tak hanya AM, dua nama lain juga mencuat, yakni seorang oknum TNI AD berinisial B dan seorang warga sipil berinisial A, yang disebut-sebut merupakan orang kepercayaan keduanya.
Kuat dugaan, aksi ini telah berlangsung lama dan meresahkan para sopir angkutan batu bara. Bahkan, sebelumnya sempat beredar video viral berisi pengakuan sopir yang mengeluhkan adanya pungli berkedok rumah makan. Dalam video tersebut, sang sopir bahkan memohon kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk turun tangan.
Tak berhenti di situ, rumah makan Putra Rajawali Sumatra juga dikaitkan dengan indikasi peredaran gelap narkoba. Hal ini diperkuat dengan adanya papan bunga ucapan selamat kepada Polres OKU Timur yang pernah dipajang di depan Mapolres, bertuliskan:
“Selamat dan Sukses kepada Kapolres OKU Timur atas tertangkapnya tersangka APW (Inisial–Red) yang sudah meresahkan warga Kotabaru Selatan.”
Papan bunga tersebut menyinggung penangkapan seorang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba dan memiliki keterkaitan dengan rumah makan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Tim media telah mencoba mengkonfirmasi pihak rumah makan Putra Rajawali Sumatra, namun lokasi tampak sepi dan tertutup.

